Mencari Jati Diri

Kamu tentu sering mengalami kebingungan ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan jati diri kamu, mau jadi apa, sudah melakukan apa, apa aja yang udah kamu lakuin, dll.

Supaya tidak merasa kebingungan lagi, Yuk simak tips dibawah agar kamu bisa segera menemukan jati diri kamu!

1. Ciptakan kerangka waktu Kamu sendiri

Tuliskan tujuan-tujuan utama yang Kamu rasa dapat dicapai dan ingin dicapai. Kemudian, tuliskan peristiwa-peristiwa dalam hidup Kamu yang telah terjadi yang Kamu yakini telah mempengaruhi Kamu. Ketika hidup menerpa kita dengan masalah atau kemalangan, hal tersebut membentuk keyakinan kita dan membuat kita berpikir secara berbeda. Tetapi lebih baik lagi, hal ini membuat kita menjadi kita sendiri. Hal-hal yang Kamu tulis ini secara organik adalah diri Kamu, bukan sekadar cerminan masyarakat.

Ini bukan latihan untuk mencari kesenangan diri. Ini adalah tentang klarifikasi dan identifikasi masalah. Masalah ini mungkin dapat mencegah Kamu mencapai potensi dan membiarkan jati diri Kamu tumbuh dan berkembang.

Luangkan waktu menulis dengan jelas tentang masa lalu dalam kerangka waktu Kamu. Kerangka waktu adalah metode yang sangat obyektif untuk menandai peristiwa-peristiwa di masa lalu yang Kamu anggap besar. Kamu dapat melihat kerangka ini sebagai balok formasi dan sebagai pengalaman yang berharga tanpa mengimbuhkan terlalu banyak emosi di dalamnya (seperti yang akan terjadi dalam buku harian). Cukup tulis dengan sederhana, nyata, dan padat pengaruh-pengaruh utama atau pelajaran yang didapat dari setiap kejadian di masa lalu.
Saat menganalisis pengalaman negatif di masa lalu, lihatlah pada pesan pembelajaran positif di dalamnya dan jangan tenggelam dalam kesalahan atau pikiran negatif. Bagaimana pun, Kamu mungkin belajar sesuatu dari pengalaman tersebut. Setiap orang memiliki kerikil dalam hidup mereka tetapi berpura-pura kerikil ini lebih buruk atau bahkan tidak ada tidak akan membantu Kamu sama sekali. Akui bahwa jika tidak karena pengalaman masa lalu tersebut, Kamu tidak akan berada di sini atau menjadi diri Kamu saat ini

2. Bedakan pikiran-pikiran Kamu dari pikiran-pikiran orang lain.

Bagi sebagian besar orang (lebih umum dari yang Kamu perkirakan), hidup cukup mudah dijalani saat berada dalam autopilot; kita praktis diberi peta panduan tentang bagaimana realita “bekerja.” Pergi ke sekolah, mencari pekerjaan,
menikah, memikirkan ini itu dan hal lain, dan bum – berharap Anda menikmati semuanya. Hal tersebut baik dan boleh-boleh saja – tentunya pekerjaan Kamu terselesaikan – tetapi tidak menyisakan ruang untuk Kamu. Jadi, renungkanlah tentang diri sendiri. Di ujung lini waktu, tuliskan sebagian keyakinan Anda yang tidak berdasar pada logika, tetapi berdasar pada apa yang diceritakan orang. Kita semua memilikinya.

Sekarang, apakah yang benar-benar Kamu pikirkan?
Masyarakat memiliki cara yang tersamar untuk menyerahkan mereka yang “tidak membaur,” mengutuk si “pecundang,” mengidolakan yang “cantik,” menyisihkan yang “aneh.” Tetapi ini adalah peringatan: Kata-kata penggambaran ini tidak memiliki dasar dalam realita. Bagaimana perasaan Kamu tentang dunia di sekitarmu? Pikirkan tentang apa yang Kamu yakini baik dan buruk – bukan apa yang diceritakan orang padamu.
Berpikirlah lebih konkrit. Apakah Kamu benar-benar setuju dengan afiliasi politik atau keagamaan orang tuamu? Apakah memiliki karir benar-benar merupakan hal terpenting bagi kamu? Apakah kacamata hitam yang tebal membuat Kamu merasa “lebih keren?” Jika jawabannya tidak, bagus! Maka tidak ada satu pun masalah dengan membentuk diri Kamu ke dalam norma yang sudah ada. Sekarang, yang harus Kamu lakukan adalah melupakan pelajaran Anda dan belajar kembali. Hanya kali ini, belajarlah kembali berdasarkan kata hati Anda.

3. Mulailah mengandalkan diri sendiri.

Kepercayaan diri dan keyakinan adalah jantung dalam menemukan diri sendiri. Jika Kamu tidak memiliki keyakinan diri yang kuat, Kamu akan mendengarkan perkataan orang lain setiap saat dan dipengaruhi oleh desakan mereka akan apa yang benar, yang salah, dan yang sesuai. Belajarlah untuk yakin pada diri sendiri dan percaya pada perasaanmu sendiri. Maka Kamu akan memiliki struktur sebagai dasar keyakinan tersebut. Ingat, bersabarlah dengan diri sendiri dan percaya dirilah terhadap kemampuan Kamu. Segala sesuatu akan datang pada waktunya.

Jika Kamu pernah menjadi korban di masa lalu, hadapi masalah ini. Masalah tersebut tidak akan menghilang dengan sendirinya, melainkan akan mewarnai kehidupan sehari-hari Kamu, dan mengharuskan Kamu menyamai pengharapan orang lain dan bukan pengharapan diri Kamu sendiri.
Mulailah untuk mempercayai penilaian dan proses pembuatan keputusanmu sendiri. Tentu saja, Kamu akan membuat kesalahan sesekali, tetapi demikian pula orang lain. Melalui kesalahanlah Kamu akan menemukan diri Kamu tumbuh, belajar, dan mencapai jati diri.
Mulailah mengambil tanggung jawab terhadap anggaran rumah tangga, dan merencanakan masa depan. Orang yang kurang memiliki keyakinan diri cenderung mengabaikan “detil-detil” kehidupan dengan sikap yang tak peduli, percaya bahwa segala sesuatu akan teratur dengan sendirinya. Tetapi hal-hal tidak selalu beres dengan sendirinya. Mengambil tanggung jawab akan menarik Kamu kembali dari tepi jurang dan menjadikan Kamu mandiri serta teguh, karena tidak lagi terbawa gelombang nasib.

4. Bersiaplah untuk memulai kembali dengan lembaran baru.

Kembangkan perilaku moral Kamu dan berlatihlah untuk mematuhinya. Hilangkan tabiat buruk dari hidupmu (ini adalah tindakan atau kebiasaan yang mengikat jati diri Kamu dan membiarkan Kamu lepas saat harus berpikir tentang pertanyaan hidup yang sulit); tabiat ini pada akhirnya akan mengalihkan tujuanmu dan kadang bahkan berbahaya.
Berhentilah merokok, makan berlebihan, dan minum-minum. Ini adalah contoh kesalahan atau kebiasaan yang akan mencegah Kamu bekerja di puncak potensi Anda. Tindakan tersebut juga “melepaskan” Kamu dari tanggung jawab dengan mengesampingkan analisis mengapa Kamu menggunakan alat bantu berjalan daripada mencari cara yang lebih baik untuk mencerahkan hidupmu.
Langkah ini mungkin perlu rehabilitasi besar-besaran bagi sebagian orang, tetapi menggolongkan hal ini sebagai hal yang terlalu sulit tidak akan membuatnya hilang. Ingat, Kamu tidak akan dapat menyetir hidupmu ke depan jika Kamu selalu melirik ke kaca spion!

5. Atur dunia Kamu sendiri.

Kamu mungkin akan menyadari bahwa memiliki urusan lain akan membantu melancarkan proses untuk menggenggam erat identitas Anda. Jadi, bersihkan kamar Kamu. Lakukan pekerjaan rumah. Selesaikan konflik dengan teman. Menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalan kamu akan memuluskan jalanmu menuju waktu untuk “diri sendiri”.
Kita semua memiliki alasan mengapa kita tidak berkembang ke arah yang kita inginkan – bisa saja masalah keuangan, pekerjaan, hubungan, sebut saja, biasanya alasan ini sudah diambil oleh orang lain. Jika Kau termasuk orang yang sibuk, luangkan waktu untuk melonggarkan jadwal Kamu sehingga Kamu dapat duduk sejenak dan menghadapi hal ini secara langsung. Jika selalu menjadi prioritas nomor dua, maka hal ini tidak akan pernah selesai.
source : wikihow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *