Ilustrasi Kehidupan Generasi 90-2000an

Apa yang Anda pikirkan ketika terlintas di benak Anda tentang masa kecil dan remaja di tahun 90an sampai 2000an? Mungkin akan banyak cerita yang manarik tentang hal itu.
Ya, masa dimana kita bisa bahagia dengan hal sesederhana mungkin tanpa di pengaruhi efek digital seperti anak-anak jaman sekarang.
Dalam tulisan ini saya akan mengembalikan ingatan kalian pada masa itu dan marilah kita bernostalgia

– Teman, apakah kau ingat ketika kita main sampai menjelang magrib sehingga orang tua kita datang menjemput kita?
Dengan muka marah dia melepas sebelah sandalnya dan menodongkanya pada kita dari jauh sambil berkata “pulang! Main gak ngerti waktu”
Pasti semua pernah mengalami hahaha

Jauh beda sama anak-anak jaman sekarang yang lebih suka malas-malasan di siang hari dan baru main keluar ketika malam menjelang, itupun mereka hanya mencari wifi di warkop-warkop terdekat untuk sekedar main game

– Teman, apakah kau ingat ketika kita berantem hanya karna sebuah kelereng? Tidak ada kontak fisik, kita hanya saling membusungkan dada dan bertatapan satu sama lain dalam jarak yang sangat dekat, hingga akhirnya kita lelah sendiri dan suasana kembali seperti semula

Jauh beda sama anak-anak jaman sekarang yang berani saling baku hantam karna pemikiran mereka telah terkontaminasi sama sinetron drama bergenre semi action

– Teman, apakah kau ingat ketika berlari laksana the flash hanya demi sebuah layang-layang seharga 500 rupiah? Dan keesokan harinya kita merengek minta pada orang tua agar di belikan benang paling berkualitas agar kita selalu menang dan layang-layang kita tidak putus lagi

Sangat beda dengan anak-anak jaman sekarang. Mungkin mereka akan lebih memilih membeli kuota dalam mengexpresikan kebahagiaanya

– Teman, apakah kau ingat ketika kita main petak umpet dengan yang lain? Sementara teman kita jaga. kita semua justru meninggalkanya pulang sementara dia disitu masih mencari kita hahaha

– Teman, ingatkah ketika kau tumbuh remaja dan mulai mengerti cinta? Yah meski itu cinta monyet sih…
Saat itu hp masih jadul, kau mulai mengenal wanita dengan pesan singkat alay mu
“met malem” tulismu
“jg” balasnya
sampai akhirnya kalian akrab dan sering menghabiskan bonus gratis 100 sms ke sesama operator pada malam hari
Akhirnya kalianpun memutuskan bertemu
Kau jemput dia di sudut jalan dengan motor supramu. Yang pada waktu itu supra masih sangat keren
Kau temui dia dengan rasa malu yang amat sangat, gugup dan bahkan untuk berdekatanpun tak bisa
Ya, memang di tahun itu kita masih menjunjung tinggi rasa malu

Sangat beda dengan remaja-remaja jaman sekarang, bahkan mereka tak malu dalam pertemuan pertama saling bermesraan, pamer hubungan yang nyampah di sosmed

Jadi, bagaimana teman-teman? Ada kesan tersendiri pada kehidupan kecil hingga remajamu di tahun itu?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *